Definisi, Patogenesis, Tuberkulosis Paru
Definisi, Patogenesis, Tuberkulosis Paru

Tuberkulosis merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan dunia, karena penyakit terebut merupakan penyebab kematian kedua terbanyak pada golongan penyakit infeksi setelah infeksi HIV.
Definisi Tuberkulosis Paru
Terdapat dua istilah pada pasien dengan infeksi tuberkulosis, yaitu suspek tuberkulosis dan kasus tuberkulosis. Pengertian dari suspek tuberkulosis yaitu seseorang dengan gejala atau tanda tuberkulosis, yaitu adanya batuk produktif lebih dari 2 minggu disertai gejala pernapasan (sesak napas, hemoptisis, nyeri dada) dan/atau gejala tambahan (penurunan berat badan, tidak nafsu makan, keringat malam, mudah lelah).


Tuberkulosis merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan dunia, karena penyakit terebut merupakan penyebab kematian kedua terbanyak pada golongan penyakit infeksi setelah infeksi HIV.
Berdasarkan laporan WHO, terdapat 8,6 juta kasus infeksi tuberkulosis baru pada tahun 2012 dan 1,3 kematian akibat infeksi tuberkulosis. Indonesia merupakan negara dengan insidens infeksi tuberkulosis keempat terbesar di dunia.
Tuberkulosis paru sebagian besar disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis, di maa proses terinfeksi kuman ini melalui inhalasi basil melalui droplet nuclei.
Tuberkulosis paru sebagian besar disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis, di maa proses terinfeksi kuman ini melalui inhalasi basil melalui droplet nuclei.
Mycobacterium tuberculosis merupakan bakteri berbentuk batang yang bersifat tahan asam karena memiliki dinding sel yang dilapisi oleh sebagian besar lipid, kemudian peptidoglikan dan arabinomannan.
Definisi Tuberkulosis Paru
Terdapat dua istilah pada pasien dengan infeksi tuberkulosis, yaitu suspek tuberkulosis dan kasus tuberkulosis. Pengertian dari suspek tuberkulosis yaitu seseorang dengan gejala atau tanda tuberkulosis, yaitu adanya batuk produktif lebih dari 2 minggu disertai gejala pernapasan (sesak napas, hemoptisis, nyeri dada) dan/atau gejala tambahan (penurunan berat badan, tidak nafsu makan, keringat malam, mudah lelah).
Sedangkan, pengertian dari kasus tuberkulosis yaitu pasien tuberkulosis yang ditemukan kompleks M.tuberculosis yang diidentifikasi dari spesimen klinik, seperti jaringan, cairan tubuh, dan usap tenggorok, dan kultur. Pengertian lain dari kasus tuberkulosis yaitu seorang pasien yang didiagnosis tuberkulosis oleh dokter setelah dilakukan pemeriksaan penunjang dan diobati dengan panduan dan lama pengobatan yang lengkap.3
Patogenesis Tuberkulosis Paru
Patogenesis Tuberkulosis Paru
Terjadinya infeksi kuman M.tuberculosis melalui inhalasi droplet nuclei yang dapat bertahan di udara bebas selama 1-2 jam, tergantung oleh ada tidaknya sinar ultraviolet, ventilasi yang buruk, dan kelembapan.
Partikel infeksi yang terhirup akan menempel pada saluran napas atau jaringan paru, kemudian pertama kali akan dihadapi oleh neutrofil dan makrofag. Sebagian besar partikel ini akan mati atau dibersihkan makrofag keluar, atau kuman dapat menetap di jaringan paru.
Kuman yang menetap di jaringan paru akan berkembang biak dalam sitoplasma makrofag. Bakteri M.tuberculosis merupakan bakteri yang bersifat aerob sehingga menyenangi area yang mengandung banyak oksigen, seperti di bagian apeks paru di mana tekanan oksigennya lebih tinggi dari tempat lain. Bakteri yang difagosit makrofag tersebut membentuk fokus Ghon atau sarang primer.
Dari sarang primer ini, akan muncul peradangan saluran getah bening menuju hilus dan diikuti pembesaran kelenjar getah bening hilus. Sarang primer yang membentuk limfadenitis lokal dan limfadenitis regional ini akan membentuk kompleks primer yang disebut kompleks Ranke. Kemudian, kompleks ini dapat menjadi:
1. Sembuh tanpa meninggalkan cacat.
2. Sembuh yang meninggalkan sedikit bekas, yang berupa garis fibrotik, kalsifikasi di hilus.
3. Komplikasi dan menyebar ke sekitarnya, secara bronkogen pada paru lobus tersebut atau paru di sebelahnya, secara limfogen, atau secara hematogen.
1. Sembuh tanpa meninggalkan cacat.
2. Sembuh yang meninggalkan sedikit bekas, yang berupa garis fibrotik, kalsifikasi di hilus.
3. Komplikasi dan menyebar ke sekitarnya, secara bronkogen pada paru lobus tersebut atau paru di sebelahnya, secara limfogen, atau secara hematogen.
0 comments:
Post a Comment